Dunia selalu menuntut generasi yang adaptif. Zaman senantiasa menanti mereka yang berkarakter, mandiri, mampu berkomunikasi, dan siap menghadapi tantangan nyata kehidupan. Butuh program untuk mengembangkan skill Resilience (Ketangguhan), Flexibility and Agility (Fleksibel dan Lincah), Leadership, Social Influence (Kemampuan bersosial), dan Creativity (Kreativitas).
Salah satu implementasi nyata melatih mengembangkan skill tersebut adalah sinergi antara Proyek Wirausaha dan Campus Trail. Tahun ini merupakan kedua kalinya SMA IT Assalaam menyelenggarakan proyek wirausaha dan campus trail. Sebelumnya, pada tahun 2025 proyek wirausaha dilaksanakan dua bulan. Kali ini, dimulai sejak Januari hingga Maret 2026 nanti.
Campus Trail: Belajar dari Dunia Nyata
Jika tahun lalu Campus Trail bertujuan di UGM dan UNS, pada pertengahan April tahun ini, siswa kelas X dan XI SMA IT Assalaam bertujuan ke beberapa universitas di Jawa Barat selama. Kegiatan ini dirancang berlangsung selama 4 hari dengan pendekatan backpacker, di mana siswa dibagi ke dalam kelompok kecil berisi delapan hingga 9 siswa.
Pendekatan backpacker ini memiliki nilai pendidikan yang kuat. Siswa tidak hanya mengikuti perjalanan, tetapi dilatih untuk:
- Mengatur perencanaan perjalanan
- Membagi peran dalam kelompok
- Mengelola waktu dan tanggung jawab
- Beradaptasi dengan lingkungan baru
- Berkomunikasi secara efektif
Campus Trail menjadi sarana untuk memperluas wawasan akademik, mengenal atmosfer perguruan tinggi, serta menumbuhkan motivasi belajar yang lebih terarah.
Proyek Wirausaha: Proses Sebelum Perjalanan
Yang membuat program ini istimewa adalah proses yang mendahuluinya. Sejak Januari hingga Maret, siswa mengikuti Proyek Wirausaha Mandiri sebagai bagian dari persiapan Campus Trail. Setiap siswa mendapatkan modal awal sebesar Rp500.000.
Sebelum menjalankan usaha, mereka dibekali dengan:
- Teknik menggali ide usaha
- Strategi pemasaran sederhana
- Manajemen keuangan dasar
- Penguatan mental dan keberanian
- Prinsip etika bisnis yang halal dan jujur
Siswa bebas mengembangkan ide sesuai kreativitas mereka, mulai dari menjual makanan ringan, jasa, hingga berbagai bentuk usaha produktif lainnya. Waktu pelaksanaan fleksibel, dapat dilakukan pada akhir pekan atau saat liburan di rumah. Sebagai sekolah berbasis asrama, Sabtu atau Ahad menjadi hari favorit mereka, siap terjun ke pasar maupun ke alun-alun. Sedangkan saat liburan, mereka bisa bekerjasama dengan para pemilik usaha di sekitar rumah.
Dengan demikian, biaya Campus Trail yang sekitar Rp2.000.000 tidak sekadar menjadi beban, tetapi menjadi target perjuangan dan pembelajaran.
Nilai-Nilai yang Tumbuh
Proyek ini dirancang bukan untuk mengejar keuntungan semata, melainkan membentuk karakter dan keterampilan sosial yang esensial bagi masa depan siswa.
Beberapa nilai yang berkembang dalam proses ini antara lain:
1. Keterampilan Sosial dan Komunikasi
Siswa belajar berinteraksi dengan berbagai kalangan, menawarkan produk atau jasa, serta membangun kepercayaan diri dalam berbicara.
2. Keberanian dan Ketangguhan
Tidak semua usaha berjalan mulus. Mereka belajar menghadapi penolakan, mengelola kegagalan, dan bangkit kembali dengan strategi yang lebih baik.
3. Manajemen Keuangan
Siswa belajar mencatat pemasukan, mengelola modal, memahami keuntungan, dan merencanakan penggunaan dana secara bijak.
4. Kerja Tim dan Kepemimpinan
Dalam kelompok, siswa belajar berbagi peran, menyelesaikan perbedaan, dan mengambil keputusan bersama.
QLEAD dalam Praktik Nyata
Sinergi antara Proyek Wirausaha dan Campus Trail merupakan perwujudan konkret dari lima pilar QLEAD:
- Quranic → Usaha dijalankan dengan prinsip kejujuran dan kehalalan.
- Leadership → Siswa dilatih memimpin diri dan kelompoknya.
- Entrepreneurship → Siswa belajar menciptakan nilai dan mengelola usaha.
- Achievement → Campus Trail membuka orientasi akademik dan cita-cita perguruan tinggi.
- Development → Seluruh proses didampingi, dievaluasi, dan direfleksikan untuk pertumbuhan pribadi.
Program ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas. Pendidikan sejati terjadi ketika siswa mengalami, berproses, dan bertumbuh.
Menyiapkan Generasi Mandiri dan Visioner
Melalui program ini, SMA IT Assalaam berkomitmen menyiapkan generasi yang:
- Kuat dalam nilai dan akhlak
- Percaya diri dalam berkomunikasi
- Mandiri dalam mengelola kehidupan
- Berani menghadapi tantangan
- Siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik
Pengalaman berwirausaha dan kunjungan kampus ini akan menjadi bekal berharga ketika kelak siswa benar-benar menjalani kehidupan mandiri. Apa yang diperoleh siswa? Tak cukup diuraikan, karena masing-masing mereka punya experience yang banyak benar-benar berharga.
