Pekalongan, 28 Oktober 2025 — Suasana SMA IT Assalaam hari Selasa pagi terasa berbeda. Aula sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar, kali ini dipenuhi tawa, tepuk tangan, dan semangat luar biasa dari para santri. Mereka sedang mengikuti Language Festival 2025, ajang tahunan yang mengasah kemampuan berbahasa dan menumbuhkan rasa percaya diri para santri.
Ajang Kreativitas Multibahasa
Language Festival diikuti oleh seluruh santri kelas 10 dan 11. Setiap kelompok menampilkan karya terbaiknya dalam berbagai kategori seperti Singing, Mini Drama, Conversation, Story Telling, Language Quiz, Stand Up Comedy, hingga Mix Performance.
Yang membuat acara ini semakin menarik, semua penampilan dilakukan menggunakan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Jawa, atau bahkan gabungan dari ketiganya. Kombinasi ini menjadikan setiap penampilan terasa unik, menghibur, sekaligus edukatif.
“Kami ingin santri tidak hanya bisa berbicara dalam satu bahasa, tapi mampu mengekspresikan ide, humor, dan nilai-nilai positif dalam berbagai bahasa,” ujar ketua panitia.
Belajar Bahasa dengan Cara Menyenangkan
Festival ini bukan sekadar lomba bahasa, tapi juga sarana membangun keberanian berbicara di depan umum. Para santri menunjukkan bakat luar biasa—ada yang tampil penuh ekspresi dalam mini drama berbahasa Inggris, ada yang membuat penonton tertawa dengan stand up comedy berbahasa Jawa, hingga yang menampilkan perpaduan indah antara Bahasa Arab dan Inggris dalam sebuah lagu religi.
Kemeriahan juga semakin terasa dengan hadirnya bazar makanan ringan. Namun, untuk mendapatkan jajanan tersebut, santri dan ustadz/ustadzah harus menyelesaikan tantangan bahasa terlebih dahulu—mulai dari tebak kata, percakapan singkat, hingga menerjemahkan kalimat sederhana. Seru dan edukatif!
Menumbuhkan Jiwa Global dan Cinta Bahasa Lokal
Language Festival ini merupakan bagian dari program QLEAD (Quranic, Leadership, Entrepreneurship, and Achievement Development) SMA IT Assalaam, khususnya pada pilar Leadership dan Achievement Development. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menumbuhkan generasi yang berwawasan global, fasih berbahasa internasional, namun tetap mencintai budaya dan bahasa daerah.
“Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tapi juga pintu dunia. Melalui Language Festival, kami ingin membuka wawasan seluas-luasnya untuk para santri,” ujar Kepala SMA IT Assalaam.
Penutup
Language Festival SMA IT Assalaam 2025 menjadi bukti nyata bahwa belajar bahasa bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan penuh makna. Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya berani berbicara, tetapi juga belajar memahami perbedaan, menghargai budaya, dan memperluas wawasan dunia.
