082326096095
smaitassalaam.pekalongan@gmail.com

GALATA CAMP SMA IT ASSALAAM: MENEMPA DIRI, MENGUATKAN UKHUWAH & KEPEMIMPINAN

Pekalongan, 25 September 2026 — Selama tiga hari, santri SMA IT Assalaam mengikuti Galata Camp yang penuh tantangan, kebersamaan, dan pengalaman berharga. Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 September 2026 ini diikuti oleh santri kelas 10 dan 11 sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kepemimpinan.

Untuk kelas 10, Galata Camp menjadi kesempatan untuk mengenal dan mempraktikkan 10 kepribadian muslim. Empat di antaranya menjadi fokus utama, yaitu Qowiyul Jism (kuat), Harishun ‘ala Waqtihi (pandai menjaga waktu), Munazhzhamun fi Syu’unihi (tertib dalam urusan), dan Mujahidun Linafsihi (bersungguh-sungguh memperbaiki diri).

Sementara itu, kelas 11 diajak melihat kepemimpinan sebagai sebuah proses. Dimulai dari membangun kepribadian yang kuat, menyusun rencana masa depan dengan matang, hingga menyiapkan diri untuk memberi kontribusi dan manfaat yang lebih luas. Dari sini, santri diajak menyadari bahwa mereka memiliki peran untuk ikut membangun masyarakat dan bangsa yang lebih baik.

Dipersiapkan Sejak Sebulan Sebelumnya

Galata Camp tidak dimulai pada hari pertama kegiatan. Selama sebulan sebelumnya, santri telah mengikuti berbagai persiapan, mulai dari latihan fisik, penguatan ibadah melalui wirid dan tilawah, hingga membaca dan mengikuti kajian. Semua dilakukan agar santri lebih siap, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang mengangkat tema ukhuwah Islamiyah, kemudian dilanjutkan dengan long march. Malam harinya, santri bermalam di bivak dan melanjutkan berbagai tantangan hingga penutupan.

Ada tantangan yang menguji keberanian dan ketangguhan mental. Ada pula kegiatan yang mengajarkan kepedulian, kepekaan, kerja sama, dan ukhuwah. Di sela-sela rangkaian kegiatan, santri juga menikmati keindahan alam, mulai dari air terjun hingga suasana hutan pinus yang rindang.

Dari berbagai pengalaman tersebut, santri belajar bahwa ketangguhan tidak lahir dari kenyamanan. Keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi tetap mau melangkah ketika menghadapi kesulitan. Dan ukhuwah bukan hanya tentang bersama-sama, tetapi juga tentang saling menjaga dan membantu ketika ada teman yang membutuhkan.

Galata Camp bukan sebatas kegiatan di alam terbuka, namun ruang bagi santri untuk mengalami langsung nilai-nilai yang selama ini dipelajari, menghadapi tantangan bersama, dan menemukan banyak hikmah dari setiap proses yang dijalani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *